Sebuah cerita tentang masa SMA saya yang sangat
berharga dan sangat tidak ingin dilupakan, sebuah perjalanan masa remaja yang ingin menuju dewasa, sebuah masa-masa
pencarian jati diri yang sangat bermakna, sebuah masa masa peralihan. Dari sinilah
ceritaku dimulai. Berawal dari debat saat rencana liburan,cerita perjalanan
yang mengesankan pemandangannya, kemegahan Candi Cetho, serta tragedi yang
menggemparkan. Tujuan dari cerita ini adalah untuk berbagi cerita saja tentang
masa SMA saya yang paling berkesan, semoga dengan membaca tulisan saya ini
dapat meningkatkan semangat belajar anda di SMA serta menguatkan lagi
persahabatan dengan teman semasa SMA.
RENCANA LIBURAN
Waktu itu hari mau libur sekolah, kami habis melaksanakan ujian akhir semester 1, saya mengajukan sebuah rencana liburan yang agak jauh dari tempat tinggal saya sekitar kurang lebih 84 km memang ini akan menjadi sebuah liburan keakraban bagi kelas kami, kelas kami terdiri dari 32
orang dan kami
baru saja bertemu dikelas 11 ini, mari saya perkenalkan teman-teman saya : Inilah teman teman
saya yang mengemban banyak cerita ketika di SMA, waktu itu tidak semua bisa
ikut untuk pergi ke candi cetho karena susahnya izin dari orang tua wali yang
mungkin terlalu over protectif pada anak-anaknya. Kami hanya berangkat ber 18
orang : saya, Rafo, Nadia, Icha, Sabidin, Adin, Bima, Fais, Ghozi, Maya, (alm)
Ghufron, Riyan, Naufal, Rega, Egik, Ria, Kentung . Kami ber 18 membuat rencana
jam 6 kumpul di parkiran sekolah. Sebelumnya saya merencanakan barang barang
apa saja yang akan/ wajib dibawa agar tidak tergesa-gesa dan tidak ada yang
ketinggalan., saya membuat list : jas hujan, jaket, dan harus bersepatu agar semuanya
safety dari hal yang tidak diinginkan. Kami mendiskusikan tempat mana saja yang
akan dituju dan apa saja yang akan kami lakukan disana. Saya mengusulkan tujuan
yang dituju adalah “Candhi Cetho” dan setelah bosan disana kita akan ke kedai
“Ndoro dongker” semuanya menerima dan ada yang menambah usulan untuk
berangkatnya kita berhenti di tawang mangu sebentar untuk beristirat dalam
melanjutkan perjalan ke Candi Cetho. Tapi ada yang tidak setuju dan memilih
agar jangan banyak tujuan agar kita bisa lama ditujuan yang kita tuju dengan
demikian akhirnya anak-anak memilih untuk kondisional jika memungkinkan untuk
berhenti di tujuan yang kedua nanti berhenti, kalau tidak ada waktu kita tidak
akan berhenti disitu. Akhirnya keputusan sudah dibuat, tinggal kita
melaksanakannya.
PERJALANAN
Hari pemberangkatan Saya
datang telat untuk kumpulnya, saya datang jam 6.15 padahal saya yang membuat
peraturan tersebut, tapi teman-teman juga baru sebagian yang datang, sebagian
lagi sudah dijalan menuju tempat kumpul kami. Semuanya mematuhi dengan membawa
barang-barang yang saya anjurkan. Jam 7.00 kami sudah kumpul semua. Lalu kami
melakukan pengecekan ulang apakah ada yang tertinggal atau tidak ada yang
kelewatan. Saat dirasa semua sudah siap sebelum kami berangkat kami berdoa
bersama dulu agar dijalan tidak ada halangan suatu aral apapun. Kami berangkat
dengan mengikuti (alm) Ghufron, sebagai Leadernya, kami membuat barisan saat
dijalan seperti touring, kami berjalan agak sedikit cepat, agar rencana kita
bisa tercapai dengan tepat waktu ditambah lagi agar menghindari hujan disore
hari. Disepanjang perjalan kami
menikmati perjalanan yang naik-turun serta berkelok-kelok seperti itulah
medan yang harus kami lalui disepanjang perjalanan saya bercerita dengan teman
saya agar tidak bosan, sering kali kita bercanda tawa, bersenda-gurau. Kami
sesekali istirahat sejenak agar tidak kecapean.Waktu 2 jam tidak terasa lama
setelah melewati batas antar provinsi akhirnya kita sampai di pintu masuk Candi
Cetho. Jalan dipintu masuk Candi Cetho sangat menanjak kami harus sangat
berhati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Akhirnya kami sampai
di Candi Cetho.
CANDI CETHO
Kami langsung memakirkan kendaraan kami di parkiran dan istirahat sejenak sambil memakan bekal berupa “arem-arem dari ANANTARA” itu merupakan makanan yang sangat enak dan terbaik di Ponorogo, dan kami melanjutkan foto-foto, setelah ini kami langsung mengantri untuk dipasangi sarung kotak-kotak dan membayar seiklasnya. Candi Cetho sangat bagus dan sangat menarik, penuh dengan sejarah, penuh dengan cerita-cerita zaman dahulu yang bersejarah. Kami langsung saja foto foto disini agar tidak kehilangan moment. Di Candi Cetho sangat banyak batu-batu yang unik dan patung bentuk-bentuk tubuh manusia yang tidak senonoh tapi itu adalah sebuah lambang kejantanan di masa dahulu. Dan banyak bagian bagian lainya
Setelah puas menikmati
pemandangan-pemandangan kami sudah kelelahan dan ingin segera melanjutkan
perjalanan ditempat kedua kami langsung segera menuju parkiran.
TRAGEDI
Kami menuju ketujuan selanjutnya dengan senang setelah di Candi Cetho tapi tanpa disadari ternyata teman kami ada yang menghilang dan ketinggalan di belakang. Agung menelpon bahwa dirinya tertinggal dibelakang karena bannya bocor. Kamipun sontak langsung putar balik dan mencari dimana kira-kira dia berhenti. Akhirnya dia ketemu dan ternyata ada 2 motor yang banya bocor akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan siang sambil menunggu ban motornya ditambal. Kami makan di rumah makan lesehan samping tempat tambal ban. Kami memesan makanan yang sama agar mudah dalam pembayaran seingatku waktu itu kita makan ayam kremes. Setelah makan dan proses tambal ban sudah selesai kami melanjutkan ke Tawang Mangu karena searah dengan rumah.
TAWANG MANGU
Sampai di Tawang Mangu menujukan pukul 14.00 dan disana sedang turun kabut udara menjadi sangat dingin sekali,disana rintik hujanpun mulai turun sedikit demi sedikit, tapi tidak sampai membuat kami basah disana adalah tempat yang sempurna jika menikmati dinginnya udara dengan secangkir teh panas.tetapi kami hanya singgah sebentar, kami singgah diTawang Mangu hanya untuk foto foto sebentar ini beberapa foto-foto kami :
Setelah dirasa cukup foto-foto ditawang mangu kami pun
langsung bergegas untuk pulang, kembali ke sekolah kami. Sesampainya disekolah
teman-teman sudah kecapean dan ingin segera pulang kerumah.
KESIMPULAN
Liburan ini adalah liburan pertama dikelas 11,
dari liburan ini membuat persahabatan dikelas kami menjadi semakin erat dan
semakin saling mengenal. Setelah liburan ini banyak liburan lainya yang kami
lakukan dan kelas ini bertahan hingga kelas 12 dan sampai lulus. Ini adalah
persahabatan kami dan dengan ini kami menggapai cita-cita kami di masa sma
bersama. Tetapi ada sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan kami harus
ditinggal pergi teman kami saat liburan akhir semester 2. Temanku Ghufron
Taufiqi Mutadi meninggal dunia kecelakan dalam perjalan pulang kerumahnya.
Semoga tenang dialam sana. Aminn.







andalan
BalasHapusAaiiiihhhh. Terbaik dah 😘
BalasHapusKelingan😢
BalasHapusSukses kok
BalasHapusKangen kok😔
BalasHapus